Info Sekolah
Senin, 12 Jan 2026
  • " Sekolah Integrasi Ilmu dan Madrasah Kader Ulama Terbaik"
  • " Sekolah Integrasi Ilmu dan Madrasah Kader Ulama Terbaik"
10 September 2025

Tausiyah Milad Syaikhuna Prof. DR. KH. Abun Bunyamin, MA: Ujian, Rahmat, dan Jalan Meraih Amal Shaleh

Rab, 10 September 2025 Dibaca 120x Tak Berkategori

Purwakarta, 10 September 2025 – Dalam rangkaian Milad ke-71, Syaikhuna Prof. DR. KH. Abun Bunyamin, MA menyampaikan tausiyah penuh makna kepada keluarga besar SMA-MA Al-Muhajirin Pusat. Tausiyah ini menjadi bekal berharga, tidak hanya bagi guru dan staf yang hadir, tetapi juga bagi seluruh umat yang merindukan bimbingan beliau.

Syaikhuna menegaskan bahwa setiap insan pasti menghadapi ujian. Bahkan, semakin besar ujian yang datang, semakin besar pula ruang bagi kita untuk mendekat kepada Allah.

Baca Juga:  Ketika Logika dan Syariat Bertemu: Ibnu Mun’im Assirry Jelaskan Perbedaan Fiqih, Ilmu, Dzon, dan Syak di Hadapan Para Guru!

“Apakah ujian ini nikmat, anugerah, atau istidraj? Seringkali kita ibadah hanya sedikit, namun Allah tetap memberikan ujian sesuai kapasitas kita. Maka, mari kita hadapi dengan sabar, agar ujian itu menjadi pintu kebaikan,” pesan beliau.

Dalam tausiyahnya, Syaikhuna memberikan tiga modal utama untuk meraih keberkahan hidup:

1. Jika sudah selesai melakukan sesuatu, maka lakukan lagi kebaikan yang lain.

Baca Juga:  Jejak Santri Dunia: Alumni MA Al-Muhajirin Pusat Lulus dari Fakultas Lughah Arabiyah di Mesir!

2. Senantiasa berdoa kepada Allah, siang dan malam.

3. Jangan lupa bangun sebelum tidur – maksudnya, jadikan waktu sebelum istirahat malam sebagai saat untuk muhasabah dan doa.

Mengutip QS. Ali Imran: Syaikhuna mengingatkan pentingnya kasih sayang dalam berinteraksi:

1. Kita tidak boleh bersikap kasar.

2. Jangan menanamkan permusuhan.

3. Anak yang sudah soleh harus semakin disolehkan, dan yang belum soleh harus diarahkan agar menjadi soleh.

Baca Juga:  Al-Muhajirin Pusat Berangkatkan Kader Ulama ke Universitas Al-Azhar Mesir!

Beliau menutup tausiyah dengan beberapa prinsip penting:

1. Senantiasa bermusyawarah.

2. Bertawakal penuh kepada Allah.

Jadikan setiap amal sebagai doa yang akan berbalas kebaikan.

“Semoga apa yang bapak dan ibu lakukan hari ini menjadi doa yang tidak putus. Karena hari ini bukan hanya peringatan, tapi juga hari bahagia,” tutur Syaikhuna penuh haru.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar