Purwakarta, 8 Juli 2026 — SMA MA Al-Muhajirin Pusat sebagai Sekolah Integrasi Ilmu & Madrasah Kader Ulama mengikuti Rapat Kerja Direktorat 1 Al-Muhajirin dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pendidikan, menyatukan visi, serta meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan lembaga dalam membentuk generasi yang soleh, cerdas, dan mandiri.
Dalam pembukaan raker, Syeikhuna KH. Dr. Abun Bunyamin, MA menyampaikan tausiah dan arahan yang sangat mendalam. Beliau mengingatkan bahwa tidak semua orang mendapatkan nikmat untuk berkumpul dalam majelis yang dilatarbelakangi oleh ilmu. Karena itu, majelis rapat kerja harus dimaknai sebagai nikmat besar yang perlu disyukuri.
Syeikhuna menegaskan bahwa kebahagiaan lahir dari kemampuan seseorang dalam mensyukuri nikmat dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Dengan syukur dan sabar, manusia dapat terus berjalan menghadapi berbagai amanah. Tanpa keduanya, seseorang ibarat burung tanpa sayap.
Beliau juga menyampaikan bahwa kekuatan para nabi bersumber dari tawakkal kepada Allah SWT. Setiap ikhtiar pendidikan harus dibangun di atas keyakinan bahwa Allah-lah tempat bersandar. Karena itu, Syeikhuna menganjurkan untuk membiasakan membaca doa setiap pagi:
بسم الله توكلت على الله ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Doa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah perjuangan, termasuk dalam mengelola pendidikan, membutuhkan pertolongan dan kekuatan dari Allah SWT.
Dalam arahannya, Syeikhuna menjelaskan bahwa tawakkal memiliki tingkatan. Pertama, tawakkal para nabi secara umum, yaitu tetap mengaitkan segala sesuatu dengan sebab. Kedua, tawakkal Nabi Ibrahim AS, yaitu taslim melalui doa. Ketiga, tawakkal Nabi Muhammad SAW, yaitu tafwid, yakni menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Syeikhuna juga menekankan bahwa istiqomah dalam ketaatan adalah kunci kesuksesan. Bagi SMA MA Al-Muhajirin Pusat, pesan ini menjadi dorongan untuk terus menjaga konsistensi dalam mendidik, membimbing, melayani, dan mengembangkan potensi santri secara utuh.
Sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kepesantrenan, SMA MA Al-Muhajirin Pusat terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, kemandirian, dan kepemimpinan.
Syeikhuna kembali menegaskan tujuan besar Al-Muhajirin, yaitu mewujudkan komunitas umat yang soleh, cerdas, dan mandiri. Soleh berarti taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Cerdas berarti mampu menyelesaikan masalah. Mandiri berarti memiliki kemampuan untuk berdiri, berikhtiar, dan memberi manfaat bagi umat.
Dalam konteks SMA MA Al-Muhajirin Pusat, tujuan tersebut menjadi ruh dalam seluruh program pendidikan. Kurikulum, pembelajaran, pembinaan santri, kegiatan keasramaan, penguatan tahfidz, pembiasaan ibadah, serta pengembangan minat dan bakat diarahkan untuk melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Syeikhuna juga menegaskan kurikulum wajib yang harus menjadi perhatian setiap unit, yaitu mengajarkan shalat, Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, hafalan surat pilihan seperti Yasin, Tabarok, dan Waqi’ah, serta pembiasaan doa-doa harian. Pesan ini semakin menguatkan identitas SMA MA Al-Muhajirin Pusat sebagai lembaga yang menjadikan Al-Qur’an, ibadah, dan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan.
Selain itu, beliau mengingatkan motto Al-Muhajirin, yaitu berpikir dinamis, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan pendidikan, dengan tetap berpegang pada kaidah:
المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
Artinya, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
Kaidah ini menjadi pijakan penting bagi SMA MA Al-Muhajirin Pusat dalam menghadapi perkembangan zaman. Lembaga harus terus berinovasi dalam pembelajaran, teknologi, manajemen, pelayanan santri, dan penguatan program unggulan, tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren dan nilai-nilai ulama salaf.
SMA MA Al-Muhajirin Pusat juga terus meneguhkan diri dalam akhlak salaf, yaitu akhlak para ulama yang bersumber dari nilai-nilai luhur dalam kitab Al-Hikam Atho’iyah. Di antaranya adalah menjaga izzul Islam wal muslimin, mencari ridha Allah, dan menempuh jalan tazkiyatun nufus atau penyucian jiwa.
Dalam aspek akidah dan keilmuan, Syeikhuna menegaskan bahwa Al-Muhajirin berpegang pada akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam akidah, Imam Syafi’i dalam fikih, serta Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi dalam pembinaan akhlak dan tasawuf.
Pada akhir arahannya, Syeikhuna menyampaikan bahwa keberlanjutan pesantren akan ditopang oleh tiga kelompok utama, yaitu anak dan cucu, alumni yang pernah mengaji dan mengajar, serta para simpatisan yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Al-Muhajirin. Beliau juga menegaskan bahwa amaliah perjuangan Al-Muhajirin berdiri di atas tiga nilai besar, yaitu pengorbanan, perdagangan, dan pengabdian.
Rapat Kerja ini menjadi titik penguatan bagi SMA MA Al-Muhajirin Pusat untuk terus memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat pembinaan santri, serta menyusun program-program strategis Tahun Ajaran 2026/2027.
Dengan semangat syukur, sabar, tawakkal, dan istiqomah, SMA MA Al-Muhajirin Pusat berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berakar pada tradisi pesantren, terbuka terhadap inovasi, dan berorientasi pada lahirnya generasi yang soleh, cerdas, mandiri, serta berakhlakul karimah.
Tinggalkan Komentar