{"id":192,"date":"2025-09-10T05:02:03","date_gmt":"2025-09-10T05:02:03","guid":{"rendered":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/?p=192"},"modified":"2025-09-10T05:02:03","modified_gmt":"2025-09-10T05:02:03","slug":"tausiyah-milad-syaikhuna-prof-dr-kh-abun-bunyamin-ma-ujian-rahmat-dan-jalan-meraih-amal-shaleh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/2025\/09\/10\/tausiyah-milad-syaikhuna-prof-dr-kh-abun-bunyamin-ma-ujian-rahmat-dan-jalan-meraih-amal-shaleh\/","title":{"rendered":"Tausiyah Milad Syaikhuna Prof. DR. KH. Abun Bunyamin, MA: Ujian, Rahmat, dan Jalan Meraih Amal Shaleh"},"content":{"rendered":"<p>Purwakarta, 10 September 2025 \u2013 Dalam rangkaian Milad ke-71, Syaikhuna Prof. DR. KH. Abun Bunyamin, MA menyampaikan tausiyah penuh makna kepada keluarga besar SMA-MA Al-Muhajirin Pusat. Tausiyah ini menjadi bekal berharga, tidak hanya bagi guru dan staf yang hadir, tetapi juga bagi seluruh umat yang merindukan bimbingan beliau.<\/p>\n<p>Syaikhuna menegaskan bahwa setiap insan pasti menghadapi ujian. Bahkan, semakin besar ujian yang datang, semakin besar pula ruang bagi kita untuk mendekat kepada Allah.<\/p>\n<p>\u201cApakah ujian ini nikmat, anugerah, atau istidraj? Seringkali kita ibadah hanya sedikit, namun Allah tetap memberikan ujian sesuai kapasitas kita. Maka, mari kita hadapi dengan sabar, agar ujian itu menjadi pintu kebaikan,\u201d pesan beliau.<\/p>\n<p>Dalam tausiyahnya, Syaikhuna memberikan tiga modal utama untuk meraih keberkahan hidup:<\/p>\n<p>1. Jika sudah selesai melakukan sesuatu, maka lakukan lagi kebaikan yang lain.<\/p>\n<p>2. Senantiasa berdoa kepada Allah, siang dan malam.<\/p>\n<p>3. Jangan lupa bangun sebelum tidur \u2013 maksudnya, jadikan waktu sebelum istirahat malam sebagai saat untuk muhasabah dan doa.<\/p>\n<p>Mengutip QS. Ali Imran: Syaikhuna mengingatkan pentingnya kasih sayang dalam berinteraksi:<\/p>\n<p>1. Kita tidak boleh bersikap kasar.<\/p>\n<p>2. Jangan menanamkan permusuhan.<\/p>\n<p>3. Anak yang sudah soleh harus semakin disolehkan, dan yang belum soleh harus diarahkan agar menjadi soleh.<\/p>\n<p>Beliau menutup tausiyah dengan beberapa prinsip penting:<\/p>\n<p>1. Senantiasa bermusyawarah.<\/p>\n<p>2. Bertawakal penuh kepada Allah.<\/p>\n<p>Jadikan setiap amal sebagai doa yang akan berbalas kebaikan.<\/p>\n<p>\u201cSemoga apa yang bapak dan ibu lakukan hari ini menjadi doa yang tidak putus. Karena hari ini bukan hanya peringatan, tapi juga hari bahagia,\u201d tutur Syaikhuna penuh haru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Purwakarta, 10 September 2025 \u2013 Dalam rangkaian Milad ke-71, Syaikhuna Prof. DR. KH. Abun Bunyamin, MA menyampaikan tausiyah penuh makna kepada keluarga besar SMA-MA Al-Muhajirin Pusat. Tausiyah ini menjadi bekal berharga, tidak hanya bagi guru dan staf yang hadir, tetapi juga bagi seluruh umat yang merindukan bimbingan beliau. Syaikhuna menegaskan bahwa setiap insan pasti menghadapi ujian. Bahkan, semakin besar ujian yang datang, semakin besar pula ruang bagi kita untuk mendekat kepada Allah. \u201cApakah ujian ini nikmat, anugerah, atau istidraj? Seringkali kita ibadah hanya sedikit, namun Allah tetap memberikan ujian sesuai kapasitas kita. Maka, mari kita hadapi dengan sabar, agar ujian itu menjadi pintu kebaikan,\u201d pesan beliau. Dalam tausiyahnya, Syaikhuna memberikan tiga modal utama untuk meraih keberkahan hidup: 1. Jika sudah selesai melakukan sesuatu, maka lakukan lagi kebaikan yang lain. 2. Senantiasa berdoa kepada Allah, siang dan malam. 3. Jangan lupa bangun sebelum tidur \u2013 maksudnya, jadikan waktu sebelum istirahat malam sebagai saat untuk muhasabah dan doa. Mengutip QS. Ali Imran: Syaikhuna mengingatkan pentingnya kasih sayang dalam berinteraksi: 1. Kita tidak boleh bersikap kasar. 2. Jangan menanamkan permusuhan. 3. Anak yang sudah soleh harus semakin disolehkan, dan yang belum soleh harus diarahkan agar menjadi soleh. Beliau menutup tausiyah dengan beberapa prinsip [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":193,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[25,23],"class_list":["post-192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori","tag-almuhajirin-pusat","tag-madrasah-kader-ulama"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192\/revisions\/194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}