{"id":327,"date":"2026-04-19T14:06:48","date_gmt":"2026-04-19T14:06:48","guid":{"rendered":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/?p=327"},"modified":"2026-04-19T14:06:48","modified_gmt":"2026-04-19T14:06:48","slug":"ternyata-ini-rahasianya-pts-di-al-muhajirin-pusat-selalu-berbasis-praktik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/2026\/04\/19\/ternyata-ini-rahasianya-pts-di-al-muhajirin-pusat-selalu-berbasis-praktik\/","title":{"rendered":"Ternyata Ini Rahasianya! PTS di Al-Muhajirin Pusat Selalu Berbasis Praktik"},"content":{"rendered":"<p>Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) di Al-Muhajirin Pusat memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari kebanyakan sekolah lainnya. Setiap pelaksanaan PTS tidak hanya berbasis teori, tetapi selalu mengedepankan praktik nyata sebagai bagian utama dari penilaian.<\/p>\n<p>Konsep ini diterapkan sebagai upaya membentuk santri yang tidak hanya memahami materi secara kognitif, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan berbasis praktik, setiap santri dilatih untuk benar-benar menguasai keterampilan ibadah dan nilai-nilai keislaman secara langsung.<\/p>\n<p>Pada pelaksanaan PTS kali ini, materi praktik difokuskan pada ibadah sehari-hari. Dalam praktik thoharoh, santri kelas 7 dan 10 baru melaksanakan praktik wudhu sebagai dasar bersuci. Sementara itu, santri kelas 8 hingga 11 melaksanakan praktik izalatun najasah, khususnya pada najis mutawassithah baik ainiyah maupun hukmiyah.<\/p>\n<p>Selanjutnya pada praktik shalat, santri kelas 7 dan 10 baru diuji melalui praktik shalat Subuh secara lengkap. Adapun santri kelas 8 hingga 11 melaksanakan praktik shalat gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan, sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap ibadah sunnah.<\/p>\n<p>Melalui sistem PTS berbasis praktik ini, Al-Muhajirin Pusat menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil, siap mengamalkan ilmu, serta memiliki karakter islami yang kuat dalam kehidupan nyTernyata Ini Rahasianya! PTS di Al-Muhajirin Pusat Selalu Berbasis Praktikata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) di Al-Muhajirin Pusat memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari kebanyakan sekolah lainnya. Setiap pelaksanaan PTS tidak hanya berbasis teori, tetapi selalu mengedepankan praktik nyata sebagai bagian utama dari penilaian. Konsep ini diterapkan sebagai upaya membentuk santri yang tidak hanya memahami materi secara kognitif, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan berbasis praktik, setiap santri dilatih untuk benar-benar menguasai keterampilan ibadah dan nilai-nilai keislaman secara langsung. Pada pelaksanaan PTS kali ini, materi praktik difokuskan pada ibadah sehari-hari. Dalam praktik thoharoh, santri kelas 7 dan 10 baru melaksanakan praktik wudhu sebagai dasar bersuci. Sementara itu, santri kelas 8 hingga 11 melaksanakan praktik izalatun najasah, khususnya pada najis mutawassithah baik ainiyah maupun hukmiyah. Selanjutnya pada praktik shalat, santri kelas 7 dan 10 baru diuji melalui praktik shalat Subuh secara lengkap. Adapun santri kelas 8 hingga 11 melaksanakan praktik shalat gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan, sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap ibadah sunnah. Melalui sistem PTS berbasis praktik ini, Al-Muhajirin Pusat menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil, siap mengamalkan ilmu, serta memiliki karakter islami yang kuat dalam kehidupan nyTernyata Ini Rahasianya! PTS di Al-Muhajirin Pusat Selalu Berbasis Praktikata.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":328,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33],"tags":[25],"class_list":["post-327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","tag-almuhajirin-pusat"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":329,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327\/revisions\/329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smamuhajirin.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}