Info Sekolah
Jumat, 04 Apr 2025
  • Sekolah Integrasi Ilmu dan Madrasah Kader Ulama Terbaik di Purwakarta
  • Sekolah Integrasi Ilmu dan Madrasah Kader Ulama Terbaik di Purwakarta

Merajut Kebersamaan dan Kebersihan Batin: Pengajian Akbar ISMI Jakarta Bersama KH. R. Marpu Muhidin Ilyas, MA

Terbit : Senin, 2 Desember 2024 - Kategori : Kajian Kajian / Program Bulanan

Ikatan Santri Alumni Al-Muhajirin (ISMI) wilayah Jakarta menggelar pengajian akbar yang sarat makna bersama KH. R. Marpu Muhidin Ilyas, MA. Acara ini berlangsung penuh khidmat, dihadiri oleh para alumni khusus yang berkuliah di Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat oleh Zaki, disusul sambutan dari Ketua ISMI Jakarta, Ilham Faruq, yang juga alumni Al-Muhajirin.

Kajian KH. R. Marpu Muhidin Ilyas: Menyemai Keberkahan Melalui Kebersihan Hati
KH. Marpu Muhidin Ilyas menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya ilmu dan kebersihan hati sebagai fondasi hidup seorang santri. Beliau memulai dengan menjelaskan berbagai peran seorang penuntut ilmu, mulai dari:

  1. Muta’alim: Proses belajar yang tidak pernah berhenti sepanjang hidup.
  2. Tholib: Semangat pencarian ilmu dan riset yang tiada henti.
  3. Murid: Tekad besar untuk menyambungkan diri kepada Allah SWT.
  4. Tilmidz: Kesadaran akan hina diri di hadapan guru, yang melahirkan hubungan yang terus terhubung.
  5. Shohib: Relasi hati dengan guru yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, menjadi sumber keberkahan sejati.
Baca Juga:  Menjadi Pembelajar Sejati: Amanat Berharga dari Ibu Nyai Dra. Hj. Euis Marfuah, MA

KH. Marpu juga menekankan bahwa seorang santri harus menghindari sikap istikbar atau merasa setara dengan guru, karena hal tersebut akan menghilangkan keberkahan ilmu.

Kebersihan Batin sebagai Misi Utama Santri
Beliau mengingatkan pentingnya mendahulukan kebersihan batin sebelum menuntut ilmu, sebagaimana shalat tidak sah tanpa bersuci. Ilmu, menurut beliau, adalah ibadah hati dan pendekatan batin kepada Allah SWT.

  1. Agama Dibangun di Atas Kebersihan
    Nabi Muhammad SAW bersabda, "Agama dibangun di atas kebersihan." Hal ini mencakup kebersihan lahir dan batin. Sifat-sifat buruk seperti iri hati, sombong, dan dengki diibaratkan sebagai najis batin yang harus dihindari.
  2. Hati sebagai Tempat Malaikat
    "Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing," sabda Nabi. KH. Marpu menjelaskan bahwa hati adalah tempat malaikat. Sifat-sifat buruk seperti amarah, syahwat, dan ujub adalah "anjing" yang menghalangi malaikat. Kebersihan hati menjadi syarat utama untuk mendapatkan keberkahan ilmu.
  3. Najis Batin yang Harus Dijauhi
    KH. Marpu menekankan bahwa najis batin lebih merusak dibanding najis lahiriah. Seorang santri harus menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela yang tidak hanya mencelakakan di dunia, tetapi juga di akhirat.
Baca Juga:  Amanat DR. Hj. Zahra Haiza Azmina: Menjaga Marwah dan Meraih Keberkahan Ilmu

Menjadi Santri yang Berkepribadian Mulia
Sebagai penutup, KH. Marpu mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, menjaga kebersihan hati, dan mempererat hubungan batin dengan guru. "Keberkahan ilmu hanya akan hadir ketika hati kita bersih dan terhubung dengan Allah melalui guru yang membimbing," ujarnya.

Pengajian akbar ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar ISMI untuk memperkuat solidaritas dan meneguhkan misi sebagai santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkomitmen pada kebersihan hati. Dengan semangat yang terus menyala, ISMI Jakarta siap melanjutkan tradisi keilmuan dan keberkahan.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif: Santri Putri Al-Muhajirin Berhasil Hafal 30 Juz Al-Qur'an di Usia 16 Tahun dalam Waktu 1 Tahun 5 Bulan
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Nama Depan
Nama Belakang
E-mail
Pesan
Formulir telah berhasil dikirimkan!
Ada beberapa kesalahan saat mengirimkan formulir. Harap verifikasi kembali semua bidang formulir.
April 2025
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930